CONTERPEDIA - Tradisi Nyadran atau Sadranan adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh warga Jawa, khususnya Jawa Tengah. Nyadran merupakan tradisi atau kegiatan pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, khususnya di daerah pedesaan.
Hampir seluruh masyarakat di Desa kalongan, kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, melakukan kegiatan Sadranan.
Kegiatan Sadranan dilakukan setahun sekali oleh masyarat setempat dengan cara yang sederhana. Kegiatan ini merupakan bentuk kerukunan dari masyarakat.
Pada akhir acara, masyarakat melakukan makan bersama di sekitar pemakaman umum desa setempat. Kegiatan Sadranan di daerah Kalongan dilaksanakan pada jum'at pon lebih tepatnya setiap bulan Rajab, atau satu bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan.
Kepala Desa Kalongan Yarmuji menyebutkan, Nyadran adalah suatu kegiatan untuk merawat kerukunan masyarakat di desa tersebut.
"Karena yang biasanya malas kumpulan, kalau nyadran pasti datang hadir. Yang malas-malasan pun berjumpa disini, makan bersama berdoa bersama. Ini bagian dari merawat NKRI dari kelompok yang terkecil," ujar Yarmuji.
Kegiatan Nyadran di Desa Kalongan walaupun sederhana tetapi berjalan dengan khidmat. Dari orang tua, muda, laki-laki dan perempuan berbaur di pemakaman umum setempat.
Sehari sebelum melakukan nyadran, sebagian warga sudah bergotong-royong membersihkan kawasan di sekitar area makam untuk melaksanakan acara nyadran.
Setiap masyaratak yang datang pasti membawa beragam makanan dan aneka lauk pauk serta ayam panggang.
Selain makanan, warga yang datang juga membawa bunga untuk keperluan nyekar dan uang untuk sedekah yang dikumpulkan untuk menyiapkan ubo rampe dan biaya pemeliharaan makam.
"Masakan khasnya adalah setiap orang membawa ayam panggang satu ekor," ujarnya.
Menurut Yarmuji, kegiatan nyadran ini selain untuk mempererat tali silahturahmi kegiatan ini juga diyakini untuk melestarikan tradisi turun menurun ini. Yakni adanya keyakinan tidak akan mendapatkan berkah hidup, baik warga yang berprofesi sebagai petani atau pekerjaan lainnya selama satu tahun mendatang, jika tidak datang dalam acara nyadran.
Maka masyarakat setempat menjadikan tradisi Nyadran sebagai kegiatan tahunan yang wajib dilakukan. "Kan taku kualat, kalau gak nyadran gak panen," tandasnya.
Acara ini dimulai dengan berdoa dimakam leluhur, sambutan kepala desa, ceramah tokoh agama, tahlil dan ancara puncaknya adalah makan bersama.
(UM)


No comments:
Post a Comment