Conterpedia - Supriyono anak yang berusia 12 tahun yang berasal dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat terpaksa harus mengubur indahnya waktu bermain bersama teman-temannya di usia tersebut. Dirinya terpaksa harus mengurus ibu kandungnya yang sedang terserang penyakit tumor ganas.
Keseharian Supriyono adalah mengurus seluruh pekrjaan rumah seperti mencuci pakaian, mencuci piring sampai memasak dilakukannya sendiri di karenakan sang ibu sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan tersebut dan hanya terbaring di tempat tidur akibat terserang penyakit tumor ganas. Supriyono yang masih berusia 12 tahun tidak memiliki pilhan lain selain harus memikul tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga dan mengurus segala pekerjaannya seorang diri.
Supriyono mengatakan bahwa telah merawat ibunya yang terserang penyakit tumor ganas dikepala sejak tiga tahun terakhir. Bahkan dirinya harus memutuskan untuk berhenti bersekolah dan hampir tidak pernah merasakan indahnya waktu bermain bersama teman-temannya. Demi merawat sang ibu dan berharap agar ibunya dapat kembali sembuh.
"Sudah tiba bulan saya berhenti bersekolah karena tidak ada yang mengurus ibu saya," ungkap Supriyono.
Kedua orang tua Supriyono sudah lama berpisah. Sang ayah pergi meninggalkan anak dan istrinya. Sebagai penggantinya maka dirinya yang berperan untuk mengurus sang ibu bersama kakak dan adiknya.
Namun kakak Supriyono saat ini sedang merantau ke kota bekerja sebagai kuli bangunan. Gaji dari pekerjaannya tersebut yang dikirimkan untuk membantu membiayai ibu dan adik-adiknya tersebut.
Supriyono mengatakan sangat ikhlas melakukan seluruh pekerjaan dan merawat sang ibu. Karena penyakit tumor yang menyerang ibunya semakin ganas dan membuat ibunya menjadi tidak berdaya dan hanya bisa berbaring lemah di atas tempat tidur saja.
Sang ibu mengaku sangat bangga memiliki anak-anak seperti mereka yang ikhlas mengurus dirnya.
"Saya kadang tetap Bersemangat kalau melihat anak-anak saya bekerja dan berjuang menyembuhkan saya. Merekalah yang mengurus saya dan segala pekerjaan serta keperluan rumah," ungkap Rabiana. (ML)
No comments:
Post a Comment