Gea pandhita,dokter spesialis saraf dari rumah sakit pondok indah mengatakan.menurutnya,pikun dan pelupa adalah dua hal yang berbeda.
"Pelupa karena gangguan pemusatan perhatian sementara.
sedangkan,pikun lantaran fungsi kognitif menurun disertai gangguan aktivitas keseharian,ujar Gea ditemui dalam acara temui media yang dihelat RSPI di jakarta,Kamis (12/4/2018).
Seseorang pelupa akan bisa mengingat jika di minta mengulang lagi kronologi kejadian yang membuatnya lupa menempatkan barang.
Sementara seseorang yang pikun sama sekali tidak dapat mengingat apa yang baru saja ia lakukan,apalagi menelusuri.
Pelupa sendiri berkaitan dengan dua jenis gangguan konsentrasi yakni top down dan bottom up
Top down adalah ketika otak telah diatur untuk mengingat suatu hal tertentu sehingga fokus perhatiannya hanya untuk itu.
contohnya: saat anda menonton serial televisi lalu terpukau pada tokoh utama sehingga tidak menyadari ada pemeran pembantu.Anda pun tidak ingat soal pemeran tersebut.
Bottom up adalah ,ketika konsentrasi seseorang mudah sekali terbuyarkan dan lupa lantaran ada hal yang menarik.
misalnya: anda tengah memasak mie dan tiba-tiba dikagetkan dengan suara gol di televisi.Bisa-bisa mie tersebut anda tinggalkan saking asyiknya ke siaran bola.
Pikun sendiri merupakan kombinasi antara kombinasi penurunan fungsi kognitif dengan perilaku.
orang pikun tidak mampu mengambil keputusan apakah harus mengerem atau melajukan kendaraanya ketika ada penyerang di depan.pemahaman dan fungsi eksekutif bagian dari fungsi kognitif tidak berjalan.
Gea berkata bahwa pikun menjadikan sesorang kesulitan mengingat bahkan tidak ingat sama sekali alamat rumah.itu lantaran kemampuan persepsi visuospasialnya mengalami kemunduran ,pengenal bentuk dan ruang termasuk dalam kemampuan ini.
Umur penderita dua gangguan ini juga berbeda."pikun umumnya menyerang usia 55 tahu ke atas karena sel neuron di otak berkurang sedangkan pelupa umum terjadi pada setiap umur,pungkasnya.
Orang-orang lanjut usia,di sarankan untuk rutin deteksi ke dokter supaya memastikan benar-benar pikun atau masih tahap lupa.
(SJ)


No comments:
Post a Comment