CONTERPEDIA- Keringat berlebih usai bekerja dan berolahraga menjadi tempat favorit bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Akibatnya hormon kortisolakan meningkat dan mengakibatkan area kewanitaan semakin lembap sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi serta iritasi di area tersebut. Masalah infeksi ini bisa semakin parah bila wanita tidak menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan usai berolahraga.
"Infeksi jamur di vagina adalah keluhan kedua yang umum terjadi pada perempuan, biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans," ujar Lisa M Krikorian dari klinik gikologi di Lahey Clinic, Burlington, seperti dikutip dari Everydayhealth.
Sebenarnya, setiap wanita bisa mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri di area kewanitaan mereka, terutama setelah berolahraga.Berikut ini tiga cara sederhana yang bisa dilakukan agar terhindar dari risiko infeksi, serta bisa tetap sehat dan aktif.
1. Menggunakan Pakaian Dalam yang Nyaman
Dalam keseharian, gunakan pakaian dalam yang nyaman, tidak ketat, dan sebaiknya berbahan katun supaya lebih mudah menyerap keringat. Jika celana dalam lembap, dianjurkan untuk segera ganti tetapi jangan meminjam atau menukar pakaian dalam atau handuk dengan teman di tempat gym.
2. Cuci Pakaian Dalam yang Baru Dibeli
Sebelum memakai pakaian, apalagi pakaian dalam, sudah seharusnya dicuci terlebih dahulu. Bakteri dan virus ada di mana saja dan bisa berpindah melalui perantara tertentu. Pakaian baru biasanya sudah pernah dicoba atau dipegang-pegang oleh orang lain.
3. Hindari Sabun Mandi Biasa untuk Membersihkan Area Kewanitaan
Menjaga kebersihan area kewanitaan mutlak dilakukan oleh semua wanita, tapi tak bisa sembarangan. Jika asal-asalan, area kewanitaan justru bias teriritasi, bahkan kehilangan keseimbangan pH.
4. Bersihkan Area Kewanitaan dengan Pembersih Khusus
Gunakan produk pembersih khusus untuk area kewanitaan yang lembut dan memiliki pH alami 3,5-4 yang sesuai dengan keasaman area kewanitaan agar kelembapan tetap terjaga seimbang dan tidak membunuh bakteri baik di dalamnya. Selain itu, pilih pembersih kewanitaan yang telah teruji secara dermatologi dan cocok untuk kulit paling sensitif sekali pun atau hypoallergenic.
(BF)
No comments:
Post a Comment