Wednesday, May 2, 2018

Hukuman Koruptor si Negara China


Sudah banyak kita mendengar dengan banyak kasus korupsi yang mencoreng kehormatan bangsa di mata dunia. Keserakahan dan ingin berkuaasa membuat para pelaku ini tidak memikirkan nasib keluarga maupun rakyatnya. Hidup bergelimang harta di puja puja para penjilat adalah kebahagiaan menurutnya. Kasus tertangkapnya para pencuri uang rakyat ini tidak membuat terkejut karena dianggap sesuatu yang biasa karena hukuman yang ringan dan akan terbebas dalam waktu yang tidak lama. Berbeda dengan hukumjan yang ringan dan akan terbebas dalam waktu yang tidak lama. Berbeda dengan hukuman untuk koruptor Indonesia, di negara negara lain sangat serius memberantas korupsi walau dengan menghilangkan nyawa. Mereka menerapkan hukuman yang sangat berat sehingga penjahat tukang korupsi uang rakyat harus berpikir berkali kali unutk melakukan korupsi. Selain memasukkan anak dan istri ke penjara hingga hukuman mati dengan cara yang tergolong sadis.

China menghukum Koruptor Beserta Anak dan Istri

Selain pernah melakukan hukuma nmati untuk para koruptor, diterapkan juga menghukum anak dan istri para pengutil uang rakyat. Pengadilan China menjatuhkan vonis penjara 18 tahun terhadap Zhou Bin, putra dari koruptor Zhou Yongkang, bekas petinggi Partai Komunis, yang lebih dulu divonis penjara seumur hidup pada Juni 2015. Bin dianggap bersalah memanfaatkan pengaruh sang ayah untuk menerima sogokan 222 juta yuan (setara Rp 453 miliar). Bin membekingi cukong impor barang ilegal masuk ke China daratan. Istri Yongkang, Jie Xiaoye, turut diseret ke pengadilan. Perempuan pernah menjadi presenter berita televisi ini menerima sogokan anggota Partai Komunis China yang ingin naik pangkat. Pengadilan beijing kemarin menghukum Xiaoye penjara 9 tahun ditambah denda 1 juta Yuan.

Xiaoye dihukum lebih rendah karena tidak pernah melarikan diri. Sedangkan putranya Bin sempat mencoba kabur ke Amerika Serikat pada awal 2013. Yongkang adalah pejabar dengan pangkat tertinggi diseret pertama kali oleh kejaksaan China.

                                                                          --Dry--

No comments:

Post a Comment