Thursday, May 24, 2018

Akan Terjadi Pada Tubuh Kita Jika Mengurangi Makan Nasi

CONTERPEDIA-Metabolisme dalam tubuh kita menghasilkan energi yang diperlukan untuk aktivitas dan berbagai fungsi tubuh. Biasanya, energi didapat dari glukosa yang bersumber dari makanan ehari-hari.  Namun, dalam keadaan tertentu, proses metabolisme untuk menghasilkan energi juga dapat menggunakan lapisan lemak yang berada di dalam tubuh. Hal ini dikenal dengan istilah
ketosis.

Ketosis adalah kondisi metabolisme yang bersifat sementara, di mana tubuh tidak lagi metabolisme
glukosa dari makanan, melainkan dengan cara memecah lemak di tubuh. Proses ini mendorong liver
untuk memecah asam lemak dalam tubuh.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi, di antaranya berpuasa, beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, atau pola makan rendah karbohidrat. Kondisi ketosis memungkinkan tubuh mengurangi lapisan lemak lebih banyak, dalam waktu yang cenderung singkat.

Hal ini terutama terjadi apabila kondisi ketosis dipicu oleh komsumsi kerbohidrat yang lebih sedikit,
penurunan sumber makanan karbohidrat dapat menimbulkan perubahan hormon pengatur rasa lapar, karena tubuh lebih banyak mengomsumsi makanan sumber protein, sayuran dan buah-buahan.

Seperti efek rendah karbohidrat pada umumnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami penurunan berat badan karena tubuh memecah lemak. Hal ini terjadi apabila ketosis berlangsung

Dalam beberapa minggu dan dapat bertahan lama ataupun sebentar, tergantung seberapa cepat tubuh
berhenti menggunakan lemak sebagai bahan energi dan menyimpan cadangan makanan kembali.

Mengurangi konsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama mendorong tubuh untuk beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi. Mengurangi sumber energi yang lebih mudah dipecah seperti karbohidrat akan membantu tubuh untuk mengatur sumber energi yang lebih efisien.

Saat kekurangan glukosa, otak juga mulai beradaptasi untuk menggunakan sumber energi lain seperti
senyawa keton untuk mengganti karbohidrat. Mekanisme tersebut juga membantu otak bekerja lebih baik dalam berkonsentrasi dan mengingat.(AY)

No comments:

Post a Comment