Friday, May 25, 2018

Sebuah Gigi yang Mengungkap Kisah Kematian Pemimpin Nazi


CONTERPEDIA - Para ahli yang melakukan pemeriksaan gigi Hitler memastikan pemimpin Nazi dan membongkar mitos-mitos konspirasi seputar keberadaannya.

Ditambah sampai sekarang masih ada yang belum percaya bawa Hitler mati di Berlin.

Sebenarnya, kondisi gigi pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler sangat buruk. Hal itu memudahkan tim Soviet mengidentifikasi mayat hangus Hitler yang ditemukan di puing-puing pusat komandonya di Berlin pada awal Mei 1945.

Sebuah tim patolog Perancis baru-baru ini diizinkan untuk memeriksa set gigi yang disimpan di Moskow.

Inilah untuk pertama kalinya Rusia mengizinkan pemeriksaan terhadap barang-barang bukti itu, lebih dari 70 tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Hasil penelitian tim Perancis diterbitkan akhir pekan lalu di European Journal of Internal Medicine.

"Giginya asli (dari Hitler) - tidak ada keraguan," ucap ahli patologi Philippe Charlier kepada kantor berita Perancis AFP.

"Studi kami membuktikan bahwa Hitler meninggal pada tahun 1945," tambahnya.

Set gigi itu tidak menunjukkan adanya jejak daging, suatu hal yang membuktikan bahwa Hitler memang vegetarian. Para ahli juga diizinkan untuk melihat potongan tengkorak Hitler untuk mengkonfirmasi cara dia melakukan bunuh diri.

Mati bunuh diri di Fuhrerbunker

Temuan baru ini mungkin tetap tidak akan mengakhiri kisah-kisah yang bertebaran sampai ke Indonesia bahwa Adolf Hitler berhasil lolos dari Berlin dan tidak melakukan bunuh diri tahun 1945.

"kita bisa menghentikan semua teori konspirasi tentang Hitler," ucap Charlier.

"Dia (Hitler) tidak melarikan diri ke Argentina di kapal selam: dia tidak sembunyi di sebuah pangkalan di Antartika atau di sisi gelap bulan," tambahnya.

Hitler mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri bersama kekasihnya, Eva Braun, di pusat komando bawah tananhnya yang disebut Fuhrerbunker di Berlin.

Pada 30 April 1945, pasukan Soviet telah naik sampai jarak 500 meter dari Fuhrerbunker.

Dalam situasi terkepung dan nyaris tidak bisa berkomunikasi dengan sisa-sisa pasukannya, Hitler menyadari bahwa impiannya tentang kerjaan Jerman yang baru sudah berakhir.

Pada sore harinya, Hitler masuk ke ruang pribadinya bersama Eva Braun. Dia lalu menelan kapsul sianida dan menembak diri mereka sendiri.

Sadar bahwa sebelumnya di Italia warga mencemarkan jenazah bekas penguasa Benito Mussolini yang mereka benci, Hitler meninggalkan instruksi agar mayat dia dan Eva Braun dibakar.

Para pembantunya lalu membawa jenazah mayat hangus itu tanggal 5 Mei 1945 dan mengidentifikasinya sebagai mayat Hitler.

Ditemukan pasukan Soviet

Pasukan Soviet baru menemukan mayat hangus itu tanggal 5 Mei 1945 dan mengidentifikasinya sebagai mayat Hitler.

Para ahli militer Soviet membandingkan gigi mayat yang ditemukan dengan deksripsi yang diberikan asisten dokter gigi Kathe Heusermann.

Identifikasi itu tidak sulit sebab Hitler memakai protesa gigi yang unik. Belakangan, dokter gigi pribadi Hitler, Hugo Blaschke, mengkonfirmasikan informasi tersebut kepada pihak sekutu.

"Giginya berada dalam kondisi yang buruk sehingga dokter gigi yang menemaninya di bunker," ucap Liubov Summ, cucu dari penerjemah Kathe Heusermann, Elena Rzhevskaya, kepada surat kabar Times dari Israel.

Menurut Rzhevskaya, Kathe Heusermann bukan pendukung Nazi yang sungguh-sungguh, bahkan telah menyembunyikan seorang dokter gigi Yahudi dan mantan manjikan dirumanhnya. Kathe Heusermann meninggal di Dusseldorf tahun 1995.



(UM)

No comments:

Post a Comment