CONTERPEDIA - Darah pada umumnya dianggap sebagai barang yang menjijikan dan banyak orang yang tak suka. Darah juga sering di anggap tak higienis dan berbahaya karena bisa menjadi sarana penyebaran penyakit.
Namun meski begitu dalam beberapa kebudayaan darah justru merupakan bagian penting dalam kuliner khas mereka. Terdengar menijikan memang, namun masakan dengan bahan darah ini beberapa diantaranya bahkan merupakan masakan favorit di sebuah negara.
Keunikan dari berbagai aneka kuliner berbahan dasar darah inilah yang akan Conterpedia kisahnya kali ini, sesuai dengan berbagai sumber online yang kami rangkum, berikut ulasanya
- Tiet Canh - Vietnam
Namun meski di sebut sebagai sup darah, Tiet Canh sebenarnya bukanlah sup melainkan puding darah. Untuk membuat Tiet Canh, darah bebek yang baru disembelih akan dituangkan ke mangkuk sampai menggumpal dan membentuk konsistensi layaknya puding. Sahabat Conterpedia setelah darah menggumpal barulah daging bebek yang telah di rebus serta bahan lainya dimasukan.
Menurut orang-orang yang pernah mencoba kuliner unik ini, meski terbuat dari darah, Tiet Canh sama sekali tak berbai amis dan anyir. Rasa Tiet Canh menurut mereka justru terasa menyegarkan karena disajikan dalam keadaan dingin. Tapi meski begitu sayangnya makanan ini sudah terancam punah, karena sebagian besar generasi muda Vietnam yang enggan untuk mencicipi Tiet Canh karena merasa jijik dan takut.
- Betamax - Filipina
Asal-usul nama Betamax sendiri juga tergolong unik, karena jajanan khas Filipina ini diberi nama berdasarkan perekam video bernama Betamax yang dikembangkan oleh Sony pada tahun 1975. Bentuk Betamax yang kotak dan berwarna coklat tua sering disamakan dengan perangkat perekam siaran TV milik Sony ini.
- Cabidela - Portugal
Darah ini kemudian dicampurkan ke dalam daging yang telah terlebih dulu dimasak dengan berbagai rempah khas mediterania. Campuran darah inilah yang membuat Cabidela memiliki kuah berwarnya coklat. Cabidela sendiri biasanya disajikan bersama nasi yang dimasak secara terpisah atau langsung dicampur dalam Cadibela saat proses memasak.
- Sundae - Korea Selatan
Sundae sendiri dipercaya sudah sejak lama ada di Korea dan merupakan salah satu masakan asli yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut sejarahnya Sundae diperkirakan sudah ada sejak era dinasty Goryeo pada tahun 918-1392. Sahabat Conterpedia kala itu kerajaan Goryeo mengalami masalah saat populasi babi liar meningkat dan mulai merusak lahan pertanian. Untuk mengatasi masalah ini di adakan acara berburu babi, untuk mengurangi populasi hewan ini. Alhasil kala itu jumlah daging babi menjadi sangat melimpah, saat itulah resep Sundae diperkirakan pertama kali dibuat.
- Lawar Barak - Indonesia
Nah Lawar Barak inilah yang menggunakan darah sebagai campuran dalam adonanya. Sedangkan Lawar Putih tidak menggunakan darah, karena merupakan bagian dari sarana upacara keagaman. Tak digunakanya darah dalam Lawar putih sendiri berhubungan dengan kepercayaan bahwa di beberapa Pelinggih (tempat berstana dewa-dewi) tak membolehkan umat Hindu untuk memberikan persembahan yang mengandung darah.
Dulu kuliner khas ini biasanya akan muncul pada upacara-upaca keagaman karena merupakan bagian pelengkap dari upacara tersebut. Namun kini Lawar sudah bisa ditemui nyaris di tiap restoran yang ada di Bali.
- Black Pudding - Inggris
Di Inggris kuliner ini sangat populer bahkan menjadi menu sarapan wajib bagi warga disana. Dalam penyajianya Black Pudding biasanya akan di iris lalu digoreng dan disajikan bersama kacang merah, telur goreng, roti bakar dan juga tomat.
Sahabat Conterpedia beberapa makanan di atas mungkit terkesan menjijikan atau bahkan menakutkan bagi kebanyakankan. Namun meski begitu makanan-makanan tadi sejatinya merupakan warisan kuliner dari kebudayaan dari suatu masyarakat yang perlu kita hormati. Kita hanya perlu bersikap bijak, jika merasa jijik ya tak usah memakanya tanpa harus menghakimi.
*JP






No comments:
Post a Comment